stikes.bch@gmail.com
08112607131. Fax (0281)621341

SEMNAS K3 “Paradigma Human Factors dalam Implementasi K3 dari sudut pandang akademisi, business, dan government” STIKes BCH 2016

Berita Tanggal : 2016-12-19 12:27:57

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi hal penting dalam mewujudkan sistem kerja yang baik, dan melindungi pekerja yang pada akhirnya akan menciptakan tenaga kerja yang produktif. Tenaga kerja mempunyai peranan dan kedudukan yang penting sebagai pelaku dan tujuan pembangunan, karenanya tenaga kerja berhak memperoleh perlindungan untuk mewujudkan kesejahteraan.

Menanggapi hal tersebut, STIKes Bina Cipta Husada Purwokerto mengadakan kegiatan seminar nasional Keselamatan dan Kerja dengan tema “Paradigma Human Factors dalam Implementasi K3 dari sudut pandang akademisi, business, dan government” bertempat di Aula STIKes Bina Cipta Husada Purwokerto yang beralamat di Jl. Pahlawan, Tanjung – Purwokerto,  pada hari Sabtu, 26 November 2016.  Pada seminar tersebut, dihadirkan tiga pembicara yaitu: Suwardi, SH, MH (Kabid Hubungan dan Pengawasan Ketenagakerjaan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banyumas); Triyono Rakhmadi, SKM, MKKK (Dosen, Konsultan K3, Konsultan Senior dan Asisten Direktur BPSI, Auditor dan Trainer HSE), dan Amir Mahmudin, S.Kep, Ns., HIMU (PT. Esa Daya Lestari).

Pembicara pertama, Suwardi, SH., MH., mengatakan bahwa pengawasan ketenagakerjaan merupakan hal yang penting dalam menjamin pelaksanaan perlindungan pekerja, dan telah diatur dengan Peraturan per-UU-an Ketenagakerjaan, temasuk K3. Program-program yang dilaksanakan dalam rangka pengembangan budaya K3 dapat melalui: Peningkatan Kepemimpinan Keselamatan pada Supervisor; Behavior-Based Safety; Job Safety Analysis; Risk Management; Sistem Audit;  dan Peningkatan pemahaman SMK3 pada seluruh pekerja disemua tingkatan.

Pembicara kedua, Triyono Rakhmadi, SKM, MK3, menyatakan bahwa Kepemimpinan safety adalah proses mempengaruhi orang lain dalam upaya mencapai tujuan safety di organisasi. Perubahan budaya safety di suatu perusahaan tidak akan dapat dilakukan secara efektif tanpa ada kepemimpinan safety yang kuat. 

Pembicara ketiga, Amir mahmudin, S.Kep, Ns., HIMU, menitikberatkan pada risiko-risiko bahaya di tempat kerja, penyakit akibat kerja/PAK (occupational diseases). Penyakit umum yang dicetuskan, dipermudah atau diperberat olah bahaya di tempat kerja atau Penyakit terkait kerja (work related disease). Pengobatan pada pekerja yang sakit harus menggunakan pendekatan kesehatan kerja. Penempatan pekerja harus disesuaikan dengan kondisi kesehatannya. Kondisi kesehatan pekerja sangat berpengaruh terhadap produktifitas dan kelangsungan usaha.